Selasa, 08 April 2014

THE RAID 2 : BERANDAL



JUDUL   : THE RAID 2 : BERANDAL

SUTRADARA : GARETH EVANS

GENRE   : CRIME, ACTION, THRILLER

RILIS               : 28 MARET 2014



Film the raid 2 bercerita tentang Rama (Iko Uwais). seorang polisi perwira pemula yang berhasil selamat dari misi penyerbuan ke sarang gembong narkoba. yang menewaskan seluruh rekan - rekannya. namun setelah petualangan yang mematikan itu, ternyata petualangan yang jauh lebih mematikan menantinya.

Ia ditugaskan untuk menyelidiki polisi - polisi korup yang bekerjasama dengan para kriminal. misi ini memaksa dia untuk masuk kedalam penjara guna mendekati Ucok (Arifin Putra) yang merupakan putra Bangun (Tio Pakusadewo) yang merupakan salah seorang ketua gengster yang cukup dihormati.

Masuknya Rama kedalam penjara membuat ia memulai petualangan yang sangat menegangkan, mulai dari perkelahian di dalam penjara demi melindungi Ucok yang di incar oleh pesaing ayahnya sampai pada akhirnya setelah Rama keluar dari penjara dan mendapatkan kepercayaan Ucok, ia pun akhirnya berkarir sebagai penjaga Ucok di dunia hitam. 

Namun semua tidak berjalan lancar keinginan Ucok untuk mendapatkan kehormatan seperti ayahnya membuat ia gelap mata dan dimanfaatkan oleh Bejo (Alex Abbad) yang ingin menguasai seluruh wilayah. dan kahirnya Bangun mati ditangan anak kesayangannya sendiri.

Melihat Kesemrawutan ini Rama yang khawatir Keluarganya menjadi incaran para mafia, memutuskan untuk menghabisi mafia - mafia ini.



Dilihat secara keseluruhan film The Raid 2 memang film yang patut untuk disaksikan mengingat film ini dibuat untuk tujuan internasional sehingga film tersebut dituntut untuk memiliki kualitas film internasional layaknya film - film holywood.



Dari segi cerita, The raid 2 memiliki porsi cerita yg cukup komplek. berbeda dengan serial the raid pertama yang memiliki jalan cerita yang sederhana. sehingga membuat film ini tidak membosankan yang hanya mengandalkan aksi saja.



yang istimewa dalam film ini adalah adanya salju yang turun di Jakarta. turunnya salju ini ada pada adegan dimana Prakoso (Yayan Ruhian) yang merupakan algojo Bangun menemui ajalnya karena dibunuh oleh anak buahnya Bejo. Menurut sang sutradara (Gareth Evans) adanya salju hanya dimaksudkan untuk menambah efek dramatis atas kematian Prakoso yang mati dalam kesendirian.


hal yang menurut saya luar biasa lainnya adalah adegan kejar - kejaran mobil yang menyebabkan mobil terguling - guling dan menabrak halte busway sampai hancur.



Dengan melihat genre nya sebagai film Action, film ini pun berisi adegan kekerasan yang menghadirkan darah, luka sayatan, dan tulang patah yang bikin ngilu. jadi untuk yang tidak kuat menonton film seperti ini sebaiknya tidak usah meonton. walaupun kabarnya film ini sudah disensor dan dipotong sampai dua puluh menit dari film aslinya. (wah kebayang ngga tuh gmana film aslinya).



Karena film ini menampilkan kekerasan dan darah, maka untuk menyaksikan film inipun diharuskan menunjukan ktp dan untuk umur dibawah 17 tahun tidak dapat menyaksikan film tersebut.




Namun saya cukup bangga dengan film tersebut yang seluruh pemain dan krunya (tidak termasuk sutradara)
adalah orang indonesia.      so... maju terus perfilman indonesia.




Para Pemain
  • Iko Uwais sebagai Rama / Yuda, perwira pemula satuan yang ditugaskan dalam operasi penyamaran. Rama harus menyusup sebagai anak buah dalam keluarga kriminal Bangun untuk mengungkap korupsi di tubuh kepolisian Jakarta. Semakin tinggi posisi Rama dalam rantai geng Bangun, semakin baik peluangnya untuk mengidentifikasi oknum polisi yang berafiliasi dengan dunia hitam Jakarta. Namun semakin tinggi ia naik, semakin mudah pula identitasnya terbongkar.
  • Arifin Putra sebagai Ucok, putra kepala keluarga geng Bangun. Ucok adalah mata rantai kedua dalam rantai kekuasaan geng kriminal terbesar di Jakarta, namun sebelum mewarisi posisi ayahnya, dia menjadi penegak kekuasaan dan penagih dalam kerajaan kriminal ayahnya.
  • Oka Antara sebagai Eka, tangan kanan Bangun, penasihat kepala keluarga geng terbesar di Jakarta. Jika bukan karena Ucok, Eka akan ada di baris berikutnya untuk mengendalikan kerajaan kriminal tersebut.
  • Tio Pakusadewo sebagai Bangun, pimpinan gangster kelas kakap di Jakarta. Bos dari geng kriminal yang paling ditakuti Jakarta. Dia selama ini telah mengendalikan dunia hitam Jakarta dengan keluarga Goto dari Jepang dalam situasi yang relatif damai.
  • Alex Abbad sebagai Bejo, gangster muda ambisius. Bejo adalah seorang gangster baru dengan ambisi kebesaran dan sebarisan pembunuh yang siap mati untuknya. Naiknya Bejo dalam rantai dunia kriminal Jakarta mengancam keseimbangan kekuasaan antara keluarga Goto dan Bangun.
  • Julie Estelle sebagai Alicia alias Hammer Girl ("Gadis Palu"), pembunuh bayaran kejam yang berbakat menggunakan Palu Cakar. Alicia dan adiknya, Baseball Bat Man meninggalkan keluarga berantakan dan ayah mereka yang kejam untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pencarian mereka menghasilkan kematian dan kehancuran bagi siapa pun yang menghalangi mereka.
  • Ryuhei Matsuda sebagai Keichi, putra pimpinan Yakuza Goto. Putera dan pewaris takhta keluarga Goto. Berperangai terukur dan licik, Keichi mempelajari ayahnya dengan cermat sembari bersiap untuk muncul dari bayang-bayang ayahnya.
  • Kenichi Endo sebagai Goto, pimpinan Yakuza Jepang yang ada di Jakarta. Setelah bertahun-tahun berperang dengan Bangun untuk memperebutkan supremasi dalam dunia hitam Jakarta, Goto dan Bangun mengesampingkan perbedaan mereka dan mengendalikan dunia hitam bersama-sama. Walaupun bekerja memerangi setiap ancaman terhadap kekuasaan mereka, gencatan senjata mereka sangat rapuh, dan kepercayaan mereka lemah.
  • Kazuki Kitamura sebagai Ryuichi, tangan kanan pimpinan Yakuza Goto, penerjemah, dan penasihat. Seperti halnya posisi Eka dalam keluarga Bangun, satu-satunya yang berdiri di antara Ryuchi dan takhta Goto adalah putra Goto, Keichi.
  • Cecep Arif Rahman sebagai The Assassin ("Pembunuh"), tukang pukul dan algojo Bejo. Hanya sedikit yang diketahui tentangnya selain pilihan senjata dan kesetiaannya kepada Bejo. Selalu mempersenjatai dirinya dengan dua Karambit (pisau pendek melengkung), hatinya sedingin baja senjatanya.
  • Cok Simbara sebagai Bunawar, kepala satuan tugas anti-korupsi Jakarta. Bunawar selalu selangkah dari mengidentifikasi dan menangkap para polisi hitam yang bekerjasama dengan dunia kriminal Jakarta. Dengan Rama sebagai senjata rahasianya, Bunawar ingin memotong habis seluruh akar korupsi dalam tubuh kepolisian sampai ke titik penghabisan.
  • Yayan Ruhian sebagai Prakoso, algojo dan tukang pukul Bangun yang paling setia dan berdedikasi. Dia pernah menjalani kehidupan mewah, namun kini hidup menyendiri sebagai gelandangan. Dia adalah kunci kelangsungan hidup Bangun di dunia hitam Jakarta; mata dan telinga yang membantu Bangun mengontrol setiap aspek dunia hitam Jakarta.
  • Very Tri Yulisman sebagai Baseball Bat Man ("Pria Pentungan Bisbol"), adik dan rekan dari "Hammer Girl" sebagai pembunuh bayaran Bejo. Dia menyelamatkan kakaknya dari tangan ayah yang kejam dan keluarga berantakan. Kini mereka hidup sebagai duo pembunuh bayaran, mampu bekerja sendiri maupun bersama-sama sebagai sebuah tim tak terbendung.
  • Donny Alamsyah sebagai Andi, kakak Rama yang terasing dari keluarganya setelah terjun ke dunia kriminal dan kini menjadi pimpinan geng Tama.
  • Epy Kusnandar sebagai Topan, bos industri pornografi.
  • Roy Marten sebagai Reza, Komisaris kepolisian Jakarta.
  • Zack Lee sebagai Bemi.
  • Fikha Effendi sebagai Isa, istri Rama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pembaca yang baik meninggalkan jejak yang baik pula